TikTok luncurkan Brand Consideration Ads di 2026 untuk mengoptimalkan mid-funnel. Pelajari strategi memanfaatkannya untuk mengubah awareness menjadi purchase intent dengan data dan studi kasus nyata.
Di tahun 2026, TikTok meluncurkan sebuah terobosan yang mengisi celah penting dalam strategi pemasaran digital: Brand Consideration Ads. Ini adalah campaign objective baru yang dirancang khusus untuk menjangkau audiens di tahap pertimbangan (mid-funnel) .
Selama ini, brand sering terjebak antara dua pendekatan: kampanye brand awareness di puncak funnel yang membangun kesadaran, dan kampanye conversion di dasar funnel yang mengejar penjualan langsung. Namun, audiens yang sudah mengenal brand tetapi belum siap membeli sering terlewatkan. Padahal, data menunjukkan bahwa audiens mid-funnel menghasilkan 46% dari total GMV . Mereka adalah konsumen yang paling potensial untuk dikonversi jika didekati dengan tepat.
Brand Consideration Ads hadir untuk menjawab tantangan ini. Dengan mengoptimalkan sinyal perilaku seperti komentar, share, pencarian, dan view-through rate 6 detik (VTR-6s), format ini secara cerdas menargetkan pengguna yang sudah menunjukkan minat terhadap brand . Hasilnya terbukti: Brand Consideration Ads terbukti meningkatkan akuisisi pelanggan baru hingga 58% .
Bagi brand dan marketer yang ingin memaksimalkan potensi TikTok sebagai platform full-funnel, memahami Brand Consideration Ads adalah langkah penting. Artikel ini akan membahas secara mendalam apa itu Brand Consideration Ads, bagaimana cara kerjanya, serta strategi praktis dan studi kasus untuk memanfaatkannya.
Apa Itu Brand Consideration Ads?
Brand Consideration Ads adalah campaign objective mid-funnel yang dirancang untuk menumbuhkan kumpulan audiens dengan intensi tinggi di tahap pertimbangan . Ini adalah jembatan antara kampanye awareness (kesadaran) dan conversion (konversi) .
Cara Kerja Brand Consideration Ads
Berbeda dengan campaign objective seperti video views atau traffic yang hanya mengoptimalkan satu perilaku spesifik, Brand Consideration Ads mengoptimalkan kombinasi faktor yang mendorong minat brand . Campaign ini menggunakan advanced modeling untuk menilai perilaku historis dan secara otomatis menawar pengguna yang paling mungkin bergerak dari audiens awareness ke audiens consideration .
Sinyal yang digunakan untuk mengidentifikasi audiens mid-funnel meliputi:
-
Komentar, share, dan like pada konten brand.
-
Perilaku pencarian terkait brand atau kategori.
-
View-through rate 6 detik (VTR-6s) pada iklan .
-
Klik pada product card atau konten brand lainnya .
Ketersediaan
Brand Consideration Ads tersedia di TikTok Ads Manager untuk pengiklan terpilih. Akses memerlukan onboarding ke TikTok Market Scope, platform insights pihak pertama TikTok untuk mengukur audiens awareness, consideration, dan conversion . Untuk mengaksesnya, hubungi perwakilan TikTok Anda.
Mengapa Brand Consideration Ads Penting?
-
Mengisi Celah Mid-Funnel: Brand Consideration Ads secara khusus mengatasi kesulitan mengidentifikasi dan menskalakan audiens yang telah menunjukkan minat tetapi belum melakukan konversi . Ini adalah gap yang sebelumnya memaksa pengiklan mengandalkan lookalike modeling atau menunggu sinyal lower-funnel yang sering datang terlambat.
-
Data Performa yang Terbukti: Riset TikTok menunjukkan bahwa audiens consideration mendorong penjualan inkremental 4,2x lebih tinggi daripada audiens awareness . High-awareness brands di TikTok memiliki conversion rate 2,86x lebih tinggi . Brand Consideration Ads memungkinkan brand memanfaatkan potensi ini secara langsung.
-
Optimasi untuk Tujuan Spesifik: Brand Consideration Ads menawarkan optimasi untuk dua sinyal utama: cost per consideration dan cost per new buyer (optimasi untuk pengguna yang belum membeli dalam 180 hari terakhir). Fitur Buyer Optimization yang akan datang dirancang khusus untuk membangun audiens pembeli baru .
Strategi Memanfaatkan Brand Consideration Ads
1. Targetkan Audiens Mid-Funnel dengan Cerdas
Kunci Brand Consideration Ads adalah menjangkau audiens yang sudah melewati tahap awareness. Seperti yang dilakukan Rahasia Fragrance, gabungkan strategi penargetan berlapis :
-
Penargetan Minat: Target audiens yang aktif berinteraksi dengan konten di kategori Anda.
-
Audiens Serupa: Jangkau audiens baru yang memiliki kesamaan dengan pelanggan lama.
-
Penargetan Luas: Prioritaskan audiens potensial dengan batasan penargetan minimum untuk jangkauan maksimal.
2. Gunakan Data Market Scope untuk Wawasan Mendalam
Ruffles, brand snack asal Brazil, menggunakan TikTok Market Scope untuk menemukan insight kreatif yang tidak terduga: komunitas mereka memiliki kebiasaan unik makan Ruffles dengan cokelat . Insight ini menjadi dasar kampanye yang autentik dan resonan .
Contoh Penerapan:
-
Gunakan Market Scope untuk memahami bagaimana audiens sebenarnya berbicara dan berinteraksi dengan brand Anda.
-
Temukan “perilaku tak terduga” yang bisa menjadi sudut pandang konten yang fresh.
-
Jadikan insight ini sebagai fondasi kreatif, bukan hanya data tambahan.
3. Kombinasikan dengan Kreator dan Konten Autentik
Brand Consideration Ads paling efektif ketika dikombinasikan dengan konten kreator yang autentik. Ruffles menggunakan tim kreator untuk mereproduksi resep unik (Ruffles + cokelat) dalam konten mereka, sehingga brand bergabung dalam percakapan yang sudah terjadi, bukan memaksakan narasi baru .
Praktik Terbaik:
-
Libatkan kreator untuk menciptakan konten yang terasa natural di feed audiens.
-
Gunakan insight dari Market Scope untuk mengarahkan kreator.
-
Pastikan konten selaras dengan pesan brand dan tujuan campaign.
4. Integrasikan dengan Full-Funnel Strategy
Brand Consideration Ads adalah bagian dari strategi full-funnel yang lebih besar. Seperti yang dilakukan Rahasia Fragrance, gunakan Brand Consideration Ads untuk membangun minat sebelum periode puncak penjualan, lalu aktifkan GMV Max untuk konversi saat momen pembelian tiba .
Strategi Full-Funnel:
-
Awareness: Gunakan TopView atau Logo Takeover untuk membangun kesadaran.
-
Consideration: Aktifkan Brand Consideration Ads untuk membangun minat.
-
Conversion: Gunakan GMV Max atau Conversion Ads untuk mendorong pembelian.
Best Practice: Tips dari Studi Kasus Nyata
-
Mulai dengan Perencanaan Prapeluncuran: Rahasia Fragrance menggunakan Brand Consideration Ads untuk membangun antusiasme sebelum 10.10 Mega Sale . Ini memastikan bahwa saat diskon dimulai, mereka sudah memiliki audiens yang siap membeli.
-
Ukur dengan Metrik yang Tepat: Brand Consideration Ads menawarkan optimasi untuk cost per consideration dan cost per new buyer. Pantau metrik ini untuk mengukur efektivitas campaign .
-
Gabungkan dengan Social Listening: Seperti Ruffles, gunakan social listening untuk menemukan insight autentik yang bisa menjadi bahan konten . Brand yang bergabung dalam percakapan yang sudah terjadi lebih resonan dengan audiens.
-
Uji dan Optimasi: Brand Consideration Ads masih relatif baru. Lakukan pengujian untuk memahami apa yang paling efektif untuk brand Anda. Manfaatkan data dari Market Scope untuk iterasi.
-
Mengoptimalkan Brand Consideration Ads dengan Pendekatan Berlapis
1. Manfaatkan Delapan Sinyal Perilaku untuk Targeting yang Lebih Presisi
Brand Consideration Ads bekerja dengan menganalisis lebih dari delapan jenis perilaku pengguna secara simultan, bukan hanya satu metrik tunggal . Sinyal-sinyal ini meliputi: view-throughs (tayangan), shares, likes, comments, clicks, interaksi dengan product card, pencarian dalam aplikasi, dan view-through rate 6 detik (VTR-6s) . Perpaduan sinyal ini menciptakan gambaran yang jauh lebih kaya tentang intensi pembelian audiens dibandingkan metrik tunggal seperti video views atau traffic.
Praktik Terbaik:
-
Kombinasikan dengan Traffic Objective: Brand Consideration signals juga tersedia di dalam Traffic objective di TikTok Ads Manager. Pengiklan dapat mengaktifkan consideration signals, yang mengubah target optimasi untuk memprioritaskan pengguna yang berada di audiens consideration .
-
Gunakan Cost Per New Buyer Signal: Optimasi ini secara spesifik menargetkan pengguna yang belum membeli dari brand dalam 180 hari terakhir—parameter targeting yang dirancang untuk ekspansi audiens, bukan retargeting .
2. Manfaatkan Buyer Optimization untuk Membangun Audiens Pembeli Baru
Fitur Buyer Optimization yang akan datang dirancang khusus untuk membangun audiens pembeli baru, baik untuk brand dengan website maupun TikTok Shop . Fitur ini akan meningkatkan alur dari consideration ke conversion, memastikan bahwa audiens yang sudah menunjukkan minat tidak hilang di tengah jalan .
3. Studi Kasus: Hasil Nyata dari Brand di Indonesia
Di Indonesia, Brand Consideration Ads telah terbukti efektif untuk berbagai kategori brand. Sebuah kampanye untuk brand kecantikan berhasil meningkatkan consideration rate sebesar 10% dan menurunkan Cost Per Mille (CPM) hingga 52% . Cost Per Click Attribution (CPCA) tercatat di 0.017 dengan new consideration rate 1.40%, melampaui benchmark industri sebesar 1.05% . Pendekatan full-funnel ini juga menghasilkan peningkatan GMV harian sebesar 13% sepanjang kampanye .
Yang Perlu Diperhatikan:
-
Audiens di tahap consideration menyumbang 46% dari total GMV dan memiliki conversion rate hingga 14 kali lebih tinggi daripada audiens di tahap awareness .
-
Di Indonesia, 28% pengguna TikTok di tahap consideration lebih cenderung memilih brand tertentu, dan 27% lebih mungkin memiliki persepsi positif terhadap brand tersebut .
4. Integrasikan dengan Market Scope untuk Wawasan Real-Time
Brand Consideration Ads terintegrasi penuh dengan TikTok Market Scope, platform analitik pihak pertama yang membantu brand mengidentifikasi, memahami, dan mengaktifkan audiens di setiap tahap funnel . Fitur Tentpole Strategy di Market Scope memberikan akses ke sinyal pencarian dan konten real-time menjelang momen kalender penting, menggantikan laporan industri yang melihat ke belakang dengan data perilaku forward-looking .
5. Gabungkan dengan Spark Ads dan Konten Kreator untuk Hasil Maksimal
Studi kasus Ruffles membuktikan bahwa Brand Consideration Ads paling efektif ketika dikombinasikan dengan kreator dan konten autentik . Ruffles menggunakan Market Scope untuk menemukan insight tak terduga—komunitas mereka memiliki kebiasaan unik makan Ruffles dengan cokelat—dan menggunakan insight ini sebagai fondasi kreatif yang direproduksi oleh tim kreator. Hasilnya: sales lift 21.9% dan peningkatan purchase intent 2.7 poin .
Tips:
-
Gunakan Spark Ads untuk mengamplifikasi konten kreator yang sudah terbukti efektif.
-
Bangun hubungan jangka panjang dengan kreator yang memahami audiens Anda.
-
Biarkan kreator menceritakan kisah dengan cara mereka sendiri—keaslian adalah kunci di tahap consideration.
-
Kesimpulan
Brand Consideration Ads TikTok 2026 adalah solusi yang sangat powerful untuk mengoptimalkan tahap mid-funnel dalam strategi pemasaran Anda. Dengan menjangkau audiens yang sudah menunjukkan minat tetapi belum melakukan konversi, brand dapat secara signifikan meningkatkan efisiensi dan efektivitas kampanye.
Studi kasus Rahasia Fragrance dan Ruffles membuktikan bahwa Brand Consideration Ads mampu mendorong hasil nyata: peningkatan akuisisi pelanggan baru hingga 58% , sales lift hingga 21.9% , dan peningkatan purchase intent yang signifikan.
Kunci suksesnya adalah: gunakan penargetan berlapis untuk menjangkau audiens mid-funnel, manfaatkan Market Scope untuk wawasan mendalam, kombinasikan dengan konten kreator yang autentik, dan integrasikan dengan strategi full-funnel. Dengan pendekatan yang tepat, Brand Consideration Ads dapat menjadi mesin pertumbuhan yang mendorong brand Anda dari sekadar dikenal menjadi dipilih oleh konsumen.
Tinggalkan Balasan