TikTok memperketat Branded Content Policy per 31 Agustus 2026. Pelajari dampaknya pada review, kategori terbatas, dan kewajiban disclosure untuk seller dan kreator affiliate.
Di tahun 2026, TikTok mengambil langkah signifikan dalam mengatur konten komersial di platformnya. Efektif 31 Agustus 2026, TikTok memberlakukan Branded Content Policy baru yang mengubah secara fundamental cara seller, brand, dan kreator affiliate berinteraksi dengan konten yang mempromosikan atau mengulas produk .
Perubahan ini bukan sekadar penyesuaian aturan biasa. Ini adalah respons terhadap pertumbuhan eksplosif TikTok Shop yang kini melibatkan 11,3 juta kreator yang menghasilkan penjualan melalui program afiliasi global, dengan sekitar 945.000 di antaranya berada di Amerika Serikat . Dengan skala sebesar ini, TikTok perlu memastikan bahwa setiap konten yang mempromosikan produk—baik yang dibayar, melalui komisi, atau bahkan hanya melalui pengiriman sampel gratis—memenuhi standar transparansi dan kepatuhan yang ketat.
Bagi seller dan kreator affiliate, memahami dan mematuhi kebijakan baru ini bukan lagi pilihan. Ketidakpatuhan dapat mengakibatkan penghapusan konten, pembatasan jangkauan, hingga penangguhan program afiliasi . Artikel ini akan membahas secara mendalam apa itu Branded Content Policy 2026, perubahan utama yang dibawa, dampaknya bagi seller dan kreator, serta strategi praktis untuk beradaptasi.
Apa Itu TikTok Branded Content Policy 2026?
TikTok mendefinisikan branded content sebagai “konten yang mempromosikan atau mengulas brand pihak ketiga atau produk maupun layanannya sebagai imbalan atas pembayaran atau insentif lainnya” .
Definisi ini mencakup empat jenis hubungan yang memicu kewajiban disclosure :
-
Produk yang diberikan secara gratis (gifted product): Kreator menerima produk gratis sebagai imbalan atas konten.
-
Postingan berbayar (paid post): Kreator menerima pembayaran langsung untuk memposting konten.
-
Pengaturan komisi: Kreator menerima komisi melalui tautan afiliasi atau kode promosi.
-
Hubungan komersial berkelanjutan: Seperti brand ambassadorship.
Yang menarik, kata “reviews” (ulasan) kini secara eksplisit masuk dalam definisi branded content . Ini berarti video ulasan produk yang dibuat oleh kreator yang menerima produk gratis kini memiliki kewajiban yang sama dengan postingan berbayar. Sebelumnya, praktik “seeding” di mana brand mengirim produk gratis dan kreator memposting ulasan jujur mungkin dianggap tidak memerlukan disclosure yang sama. Kebijakan baru ini menutup celah tersebut.
Perubahan Utama dalam Kebijakan Baru
1. Review Kini Termasuk Branded Content
Perubahan paling signifikan adalah dimasukkannya kata “reviews” secara eksplisit dalam definisi branded content . Ini berarti:
-
Video gifted product (produk gratis) kini harus memiliki disclosure yang sama dengan paid post.
-
Setiap video afiliasi yang terkait dengan katalog produk Anda adalah branded content.
-
Setiap kreator yang memposting video afiliasi berutang toggle disclosure konten komersial.
TikTok menegaskan bahwa produk harus “cukup jelas, tanpa mengharuskan penonton mengakses halaman profil atau tautan apa pun” . Ini berarti disclosure harus terlihat langsung di video atau caption.
Penting untuk Dicatat: Banyak seller berasumsi bahwa marketplace afiliasi menangani disclosure secara otomatis karena video sudah memiliki tautan produk. Namun, kebijakan ini menempatkan kewajiban pada kreator, sementara brand menanggung eksposur ketika kreator melewatkannya .
2. Kategori Terbatas Memerlukan Izin TikTok
Kebijakan baru ini menciptakan tier menengah antara kategori yang diizinkan dan yang dilarang. Beberapa kategori kini berada di restricted tier yang memerlukan izin eksplisit dari TikTok :
-
Suplemen vitamin
-
Obat bebas (OTC)
-
Layanan keuangan
-
Pakaian dalam
-
Alkohol
-
Aplikasi kencan
-
Minuman energi
-
Trailer film dan game
-
Obat resep
-
Perjudian
Kondisi untuk kategori terbatas :
-
Brand partner harus mendapatkan izin eksplisit dari TikTok.
-
Brand harus memiliki Registered Business Account.
-
Brand hanya dapat bermitra dengan kreator melalui platform TikTok One.
-
Konten hanya akan ditampilkan di pasar tempat konten diposting dan mungkin dibatasi usia.
Contoh Spesifik: Suplemen vitamin diizinkan di AS untuk audiens 18 tahun ke atas. Obat resep hanya diizinkan di AS dan Kanada .
Implikasi untuk Seller Suplemen: Model pertumbuhan standar—menyebarkan produk secara luas, membiarkan banyak kreator memposting, dan menempatkan iklan pada konten yang berhasil—kini memerlukan persetujuan TikTok, Registered Business Account, alur kemitraan melalui TikTok One, dan konten yang hanya menjangkau satu pasar dengan age gate .
3. Dua Aturan Klaim Baru yang Mencakup Sebagian Besar Kategori Konsumen
Kebijakan ini menambahkan dua larangan baru yang mencakup beberapa hook dengan konversi tertinggi di kategori kecantikan, pakaian, kebugaran, dan makanan :
Larangan Pertama: Kreator tidak boleh “mempromosikan atau memperkuat citra tubuh yang negatif atau tidak sehat, atau mengeksploitasi ketidakamanan untuk menyesuaikan dengan cita-cita atau standar kecantikan tertentu” .
Larangan Kedua: Kreator tidak boleh “mempromosikan hubungan yang tidak sehat dengan makanan atau olahraga” .
Apa yang Terdampak:
-
Framing before-and-after yang dibangun di atas ketidakamanan.
-
Angle “perbaiki masalah tubuh Anda”.
-
Konten makan berbasis restriksi.
-
Pembuka perbandingan tubuh .
TikTok tidak akan mempublikasikan daftar frasa yang dilarang. Penilaian berada di tangan reviewer TikTok, yang berarti respons yang dapat dilakukan adalah menulis brief yang menjauhkan kreator dari garis pelanggaran . Fokus pada apa yang produk lakukan, bukan pada apa yang seharusnya tidak disukai penonton tentang diri mereka sendiri.
Dampak bagi Seller dan Kreator Affiliate
Enforcement Bersifat Content-Level
TikTok menyatakan bahwa mereka “dapat menghapus konten atau memberlakukan pembatasan lainnya” . Listing produk Anda tidak hilang. Namun, program kreator yang memberi makan listing tersebut bisa terpengaruh .
Ini berarti bahwa ketika seorang kreator melanggar kebijakan, video mereka dihapus, tetapi listing produk Anda tetap ada. Namun, jika banyak kreator melanggar, program afiliasi Anda secara keseluruhan dapat dibatasi.
Brand Menanggung Eksposur
Jika seorang afiliasi membuat klaim kesehatan yang tidak didukung tentang produk, konsekuensinya jatuh pada akun seller, bukan akun kreator afiliasi . Asimetri ini berarti seller harus memperlakukan pengawasan konten kreator sebagai fungsi kepatuhan, bukan hanya fungsi kreatif .
Dampak pada Kinerja Konten
Jika konten komersial tidak diungkapkan dengan benar, video mungkin tidak memenuhi syarat untuk distribusi di For You Feed dan akan memengaruhi kinerja organik . Anda akan menerima notifikasi jika video Anda berpotensi mengandung branded content tetapi tidak mengikuti aturan disclosure yang semestinya. Anda memiliki 24 jam untuk merespons sebelum video menjadi tidak memenuhi syarat untuk For You Feed .
Kabar Baiknya: TikTok menjalankan studi internal yang membandingkan hampir 2 juta video TikTok dengan dan tanpa disclosure branded content yang tepat. Hasilnya menunjukkan tidak ada perbedaan kinerja di antara keduanya . Mengaktifkan disclosure tidak akan memengaruhi cara TikTok merekomendasikan konten kepada pengguna.
Strategi Menghadapi Branded Content Policy 2026
1. Audit Konten Kreator Anda Sekarang
Jika Anda melakukan seeding produk, menjalankan program afiliasi, atau memberikan brief kepada kreator, pekerjaan antara sekarang dan 31 Agustus adalah mengaudit apa yang diizinkan untuk dikatakan kreator Anda dan di mana mereka diizinkan mengatakannya .
Langkah Praktis:
-
Tinjau semua konten kreator afiliasi yang aktif.
-
Periksa apakah disclosure sudah diaktifkan dengan benar.
-
Identifikasi konten yang melanggar aturan klaim baru.
-
Hapus atau revisi konten yang berisiko.
2. Perbarui Brief Kreator Anda
Brief kreator Anda harus mencakup persyaratan disclosure tertulis dan panduan tentang klaim yang diizinkan .
Apa yang Harus Disertakan:
-
Instruksi untuk mengaktifkan Commercial Content Disclosure toggle.
-
Daftar klaim yang dilarang (terutama untuk kategori terbatas).
-
Panduan tentang framing konten yang aman (fokus pada manfaat produk, bukan ketidakamanan penonton).
-
Persyaratan untuk menggunakan audio dari Commercial Music Library .
3. Pastikan Disclosure Diaktifkan dengan Benar
Toggle disclosure adalah mekanisme yang diperlukan, bukan sekadar hashtag. Menambahkan #ad atau #sponsored tanpa mengaktifkan toggle tidak membuat postingan mematuhi aturan .
Cara Mengaktifkan:
-
Di layar posting, klik “Content disclosure and ads”.
-
Aktifkan “Disclose commercial content”.
-
Pilih “Branded content” jika mempromosikan pihak ketiga.
-
Klik “Brand partnership” untuk menandai brand partner .
Penting: TikTok One secara otomatis mengaktifkan disclosure untuk semua proyek kolaborasi. Jika Anda bekerja melalui TikTok One, semua proyek secara otomatis mengaktifkan Commercial Content Disclosure .
4. Untuk Kategori Terbatas: Dapatkan Izin TikTok
Jika Anda menjual produk dalam kategori terbatas (suplemen, obat OTC, layanan keuangan, pakaian dalam), Anda perlu :
-
Mendapatkan izin eksplisit dari TikTok.
-
Memiliki Registered Business Account.
-
Melakukan kemitraan dengan kreator hanya melalui TikTok One.
Implikasi: Model seeding luas dengan banyak kreator mungkin tidak lagi memungkinkan untuk kategori ini. Anda perlu beralih ke model kemitraan yang lebih terkontrol melalui TikTok One.
5. Perhatikan Label AI untuk Konten yang Dibuat AI
Selain toggle disclosure komersial, konten branded yang menggunakan AI untuk membuat gambar, audio, atau video yang realistis juga harus menerapkan label AI-generated . Ini adalah kewajiban tambahan, bukan pengganti toggle komersial.
Kapan Kedua Label Diperlukan:
-
Konten komersial + AI = toggle komersial + label AI.
-
Konten organik + AI = label AI saja.
6. Gunakan Audio dari Commercial Music Library
Konten komersial diharapkan menggunakan audio dari TikTok’s Commercial Music Library, karena trek dari library umum dapat dibisukan pada postingan komersial karena alasan lisensi .
Best Practice: Tips untuk Seller dan Kreator
-
Mulai Audit Sekarang: Jangan menunggu hingga 31 Agustus. Mulailah mengaudit konten kreator Anda hari ini untuk mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki.
-
Perlakukan Kreator sebagai Mitra Kepatuhan: Alih-alih melihat kreator sebagai liabilitas kepatuhan, perlakukan mereka sebagai mitra. Berikan brief yang jelas, edukasi tentang aturan baru, dan bangun alur kerja review sebelum konten dipublikasikan .
-
Fokus pada Klaim yang Dapat Didukung: Daripada menghindari topik tertentu, fokus pada klaim yang dapat didukung dengan bukti. TikTok Shop mensyaratkan klaim yang benar dan terverifikasi .
-
Gunakan Disclosure yang Terlihat: Pastikan disclosure terlihat jelas di caption, bukan terkubur di hashtag . TikTok mensyaratkan bahwa produk harus “cukup jelas, tanpa mengharuskan penonton mengakses halaman profil atau tautan apa pun” .
-
Pantau Perubahan Kebijakan: Kebijakan TikTok terus berkembang. TikTok Shop Policy Pulse mencatat perubahan seperti larangan eksplisit pada kode kupon palsu dan klaim “harga terendah” . Pantau pembaruan ini secara rutin.
Kesimpulan
TikTok Branded Content Policy 2026 adalah perubahan fundamental dalam cara affiliate content diatur di platform. Dengan memasukkan review dalam definisi branded content, menciptakan kategori terbatas yang memerlukan izin TikTok, dan menambahkan aturan klaim baru yang mencakup sebagian besar kategori konsumen, TikTok memperketat standar untuk transparansi dan akuntabilitas .
Bagi seller dan kreator, kunci suksesnya adalah: audit konten kreator sekarang, perbarui brief dengan persyaratan disclosure, pastikan toggle disclosure diaktifkan dengan benar, dapatkan izin TikTok untuk kategori terbatas, dan perhatikan label AI untuk konten yang dibuat AI.
Meskipun perubahan ini mungkin terasa memberatkan, penting untuk diingat bahwa mengaktifkan disclosure tidak akan memengaruhi kinerja konten . TikTok bahkan menawarkan platform TikTok One yang secara otomatis mengelola disclosure untuk semua proyek kolaborasi . Dengan pendekatan yang tepat, seller dan kreator dapat beradaptasi dengan kebijakan baru ini dan terus membangun bisnis yang sukses di TikTok Shop.
Tinggalkan Balasan